OPD Rawan Terbengkalai, Jika Kadis Ditunjuk Penjabat Kepala Daerah

  • Bagikan
Pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan Penjabat Bupati Takalar, Setiawan Aswad (Foto:Arya/Fajar)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR-- Sebanyak delapan daerah di Sulsel akan ditinggalkan oleh kepala daerahnya. Harus diganti oleh Penjabat (Pj) karena masa jabatan telah habis.

Kabupaten Takalar sudah lebih dahulu diisi Penjabat (Pj) pada Desember 2022 kemarin. Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Setiawan Aswad ditunjuk sebagai Pj. Selanjutnya menyusul Kabupaten Bone, Sinjai, Bantaeng, Enrekang, Sidrap dan Jeneponto. Juga di Kota Pare-Pare dan Palopo.

Berkaca pada Kabupaten Takalar, Pj kepala daerah dijabat oleh kepala OPD lingkup Pemprov Sulsel. Jika delapan daerah tersebut diisi Pj dari Pemprov, maka potensi terbengkalainya OPD yang dijabat terbuka.

Analis pemerintahan Universitas Hasanuddin Andi Lukman Irwan, menilai dalam konteks eselon II atau kepala dinas yang menjadi penjabat (Pj) kepala daerah, seharusnya fokus memgemban amanah tersebut sepenuhnya.

Akan tetapi, dia juga harus memastikan semua pekerjaan di lingkup institusinya berjalan baik. Itu pun harus dipastikan pejabat di bawahnya mampu mengambil alih tugasnya.

"Kalau berkaitan dengan birokrasi, ada unsur sub yang bisa membantu menggerakkan kewenangan kepala dinas. Ada struktural di bawahnya, sekdis, kabid, kabag dan sebagainya. Kadis bisa fokus menjadi Pj,” ujarnya, Minggu, 19 Maret.

Lebih lanjut Lukman mengatakan, kadis bisa saja sepenuhnya melepaskan tugasnya untuk fokus memimpin daerah. Namun begitu, harus dipastikan juga semua tugas yang ditinggalkan bisa tercover dengan baik.

"Tidak masalah juga fokus sepenuhnya menjadi Pj, sepanjang pendelegasian kewenangan mampu berjalan baik, termasuk kebijakan teknis,” lanjutnya.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan