Teroris KKB Makin Terbuka Serang Aparat TNI dan Polri, Evakuasi Jenazah Diwarnai Penyerangan

  • Bagikan
BERAKSI. KKB kembali menyendera pilot Susi Air usai membakar pesawatnya. Tak hanya itu, 15 pekerja puskesmas juga mereka tahan.(ilustrasi jawapos)

FAJAR.CO.ID, PAPUA -- Aksi penyerangan yang dilakukan kelompok teroris KKB tidak hanya dilakukan secara sembunyi-sembunyi. KKB kini mulai melakukan penyerangan terbuka kepada aparat TNI dan polri.

Salah satu serangan terbuka yang dilakukan teroris KKB kepada TNI dan Polti itu, dilakukan saat petugas hendak mengevakuasi dua jenazah TNI dan Polri dari Ilu ke Mulia, Kabupaten Puncak Jaya.

Kapolres Puncak Jaya, AKBP Kuswara mengakui evakuasi jenazah dua anggota TNI dan Polri dari Ilu ke Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, sempat diwarnai penembakan oleh KKB.

Kuswara membenarkan saat rombongan hendak mengevakuasi kedua jenazah, Minggu (26/3) pagi, KKB sempat menembaki rombongan, namun tidak ada yang terluka.

“KKB sempat menembaki rombongan di sekitar lapangan terbang Ilu,” jelas AKBP Kuswara kepada ANTARA yang menghubungi dari Jayapura.

Dikatakan, evakuasi dilakukan melalui jalan darat dari Ilu ke Mulia yang ditempuh sekitar 2,5 jam perjalanan.

Setibanya di Mulia, kedua jenazah yakni Bripda Mesar Indey anggota Polsek Ilu terkena tembakan di bagian perut dan Serda Risawar, anggota Koramil Ilu terkena luka tembak di tulang belakang dan dagu bagian bawah, langsung diformalin.

“Hari ini, Minggu (26/3) kedua jenazah akan dievakuasi ke Jayapura,” ujar AKBP Kuswara.

Kuswara menuturkan bahwa jenazah Bripda Mesar Indey dijadwalkan Senin (27/3) dievakuasi ke Merauke untuk dimakamkan di kampung halamannya. Sedangkan jenazah Serda Risawar, akan diterbangkan ke Sorong.

Kapolres Puncak Jaya mengakui, kedua korban meninggal saat bertugas mengamankan Salat Tarawih di masjid Al Amaliah Ilu, Sabtu (25/3) malam, saat KKB tiba-tiba menembaki dari arah belakang masjid.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan