Topang Pertumbuhan Ekonomi, Penjualan BBM Subsidi Butuh Pengawasan Ketat

  • Bagikan
Ketua Prodi Sosiologi FIS-H UNM Idham Irwansyah Idrus (kiri); Senior Supervisor Comm, Rel & CSR Patra Niaga Regional Sulawesi Iqbal Hidayatulloh (dua dari kiri) dan Ketua Organda Makassar Sainal Abidin (dua dari kanan) menjadi narasumber pada talkshow Meja Redaksi di Studio FAJAR di lantai 4 Graha Pena, Selasa, 28 Maret 2023.(NOFISARI/FAJAR)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR-- Harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Distribusinya harus tepat sasaran.

Senior Supervisor Comm, Rell, dan CSR Patra Niaga Regional Sulawesi, Iqbal Hidayatulloh menuturkan BBM yang disubsidi saat ini ada dua jenis yaitu biosolar dan pertalite. Secara provinsi, Sulsel paling banyak membutuhkan BBM subsidi.

Agar subsidi tepat sasaran per 21 Maret kemarin, Pertamina menerapkan pembelian solar menggunakan secara serentak di Sulsel. Tujuannya agar kuota yang disediakan sesuai dengan permintaan.

"Juli 2022 lalu kami sudah melakukan sosialisasi untuk mendapatkan barcode untuk digunakan pembelian BBM subsidi biosolar,” ujarnya di talkshow Meja Redaksi di Studio FAJAR, Selasa, 28 Maret.

Pemilik subsidi tepat untuk biosolar di Sulsel saat ini 77 ribu kendaraan, sementara di Makassar 15.500. Meskipun pertalite belum ada regulasi pembatasan pemilik kendaraan subsidi tepat, namun jumlahnya lebih banyak dibanding biosolar yaitu 82.850, sementara Makassar 21 ribu.

"Subsidi tepat untuk pertalite sudah banyak yang mendaftar, namun kami sebagai operator menunggu regulasi dari pemerintah sebagai pembuat regulasi," kata Iqbal.

Ketua Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial-Hukum UNM Makassar Idham Irwansyah Idrus menyebut BBM adalah kebutuhan pokok dan harus dipenuhi negara. Namun terkhusus BBM subsidi harus menyasar masyarakat menengah ke bawah.

Menurutnya, BBM menjadi tumpuan ekonomi, terbukti pemerintah hingga saat ini memberikan subsidi untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Dari hasil penelitian, menemukan 13 persen yang menggunakan subsidi BBM berkontribusi terhadap perubahan iklim karena tidak menggunakan bahan bakar yang sesuai anjuran pabrik.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan