Dua Bupati Ditangkap KPK untuk Kepentingan Pemilu 2024, Bawaslu: Alarm untuk Penegak Hukum

  • Bagikan
Ketua Bawaslu Rahmat Bagja saat konferensi pers terkait laporan tentang dugaan pelanggaran pemilu oleh Anies Baswedan lewat tabloid yang disebar di masjid di Malang, Jawa Timur, di Gedung Bawaslu, Jakarta, Kamis (29/9/2022). Bawaslu memutuskan bahwa laporan tersebut tidak dapat ditindaklanjuti karena belum ada daftar peserta Pemilu 2024. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Sebulan terakhir, dua kepala daerah tertangkap tangan KPK. Dalihnya, dana hasil korupsi itu digunakan untuk kepentingan Pemilu 2024. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun membunyikan alarm. Mereka meminta aparat penegak hukum (APH) meningkatkan pengawasan.

Dua kepala daerah yang ditetapkan KPK sebagai tersangka adalah Bupati Kepulauan Meranti Muhammad Adil dan Bupati Kapuas Ben Brahim Bahat. Dari hasil penyelidikan KPK, kedua tersangka tengah mengumpulkan pundi-pundi untuk kebutuhan Pilkada 2024.

Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja mengatakan, jelang kontestasi elektoral itu, praktik korupsi berpotensi meningkat. Tujuannya, menambah modal pemenangan. ’’Ini kan seperti menabung sebenarnya,’’ ujarnya kemarin (10/4).

Karena itu, dia berharap aparat dan struktur pemerintah lainnya ikut menambah pengawasan. Mulai dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), organisasi masyarakat, hingga kepolisian, kejaksaan, dan KPK. ’’Ini PR bagi penegak hukum dan pemerintah ke depan, bagaimana menanggulangi hal-hal seperti ini,’’ ucapnya.

Untuk Bawaslu, lanjut Bagja, kewenangan ada pada dana kampanye. Dana yang dilaporkan akan divalidasi sumbernya. Sebagaimana ketentuan UU Pemilu, ada sejumlah batasan sumbangan. Untuk parpol, misalnya, sumbangan maksimal Rp 25 miliar dari perusahaan dan Rp 2,5 miliar dari perorangan. ’’Dana kampanye berapa? Tiba-tiba lebih besar, berarti ada penyumbang. Nah, penyumbangnya siapa? Ada atau tidak? Kemudian, dicek penyumbangnya,’’ tuturnya.

Disclaimer: Artikel ini merupakan kerjasama antara FAJAR.CO.ID dengan JAWAPOS.COM. Segala hal yang terkait dengan artikel ini adalah sepenuhnya menjadi tanggung jawab dari JAWAPOS.COM.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan