Menkumham Sebut Bohong Besar, Warganet Menggila Umbar Bukti Dugaan Monopoli Bisnis Jeera Foundation di Lapas

  • Bagikan
Unggahan dokumen di akun Twitter PartaiSocmed

"Mau bantah apalagi Pak Yasonna Laoly? Ini lho pendaftaran merek dagang air mineral Jeera saja atas nama putra Bapak, Yemitama Laoly. Pendaftaran merek dagang di Kemenkumham juga kan? Ini linknya: https://pdki-indonesia.dgip.go.id/detail/J002017055494?type=trademark&keyword=Jeera Cc: Pak @jokowi," tulis akun @PartaiSocmed.

Dalam unggahan foto dokumen binis Jeera Foundation itu atas nama pemilik Yamitema T Laoly, anak Yasonna Laoly.

"Dan ini produknya," unggah @PartaiSocmed sembari mengunggah botol air mineral dengan merek Jeera.

Tak hanya bisnis air mineral yang dimonopoli PT Natur Palas Indonesia di dalam lapas. Akun Twitter @PartaiSocMed juga mengungkap program E-money di Lapas kelas 1 Malang yang juga digarap PT Natur Palas Indonesia.

Begitu pula pembuatan kantin di Lapas Kembang Kuning, Lapas Narkotika, Lapas Permisan Nusakambangan dilakukan oleh PT Natur Palas Indonesia.

"Digital payment di Lapas Cipinang juga melibatkan PT Natur Palas Indonesia," beber akun @PartaiSocMed dengan mengunggah tangkapan layar medsos Lapas Kelas 1 Malang dan Kemenkumham Jateng.

Akun @PartaiSocMed juga mengunggah sosok yang menjalankan bisnis Jeera Foundation di dalam lapas.

"Tema Laoly sbg Chairman dan Co Founder tetapi sebenarnya Think-Tank dari Jeera Foundation ini adalah Rino Lande, mantan napi korupsi wisma atlet Hambalang. Kami akan buka peran sentral Rino Lande dalam merintis Jeera ini tapi karena sudah malam akan kami lanjutkan besok saja," ujar @PartaiSocmed.

@PartaiSocmed kemudian mengunggah adendum perjanjian PT Natur Palas Indonesia dengan Rutan Klas I Bandung.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan