FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Wasekjen PA 212, Novel Bamukmin kembali meluruskan pernyataannya perihal akan mengepung Bandara Soetta untuk menggagalkan kedatangan anggota band Coldplay.
Menurut Novel, tidak ada pernyataannya yang mengundang masyarakat untuk mengepung Bandara Soetta dan Station GBK.
“Tidak ada pernyataan saya untuk mengundang masyarakat untuk kepung bandara dan juga stadion,” kata Novel saat dihubungi pojoksatu.id, Sabtu (20/5/2023).
Kendati demikian, kata Novel, bila ada inisiiatif masyarakat untuk mengepung bandara dalam rangka menolak digelarnya konser Coldplay, tentu hal itu bukan lagi ajakan darinya.
Melainkan, lanjutnya, hat tersebut merupakan kesadaran masyarakat yang betul- betul beriman dan bertaqwa.
“Tapi klo masyarakat yang beriman dan bertaqwa tentunya tidak dan masalah kepung bandara itu, saya serahkan kepada masyarakat, juga saya tidak bisa larang,” tegasnya.
Novel kemudian membandingkan dengan penjemputan Habib Rizieq kala datang dari Arab Saudi.
Menurutnya, saat itu pihaknya tidak pernah mengundang dan meminta kepada masyarakat untuk datang ke bandara.
Namun saat itu, kedatangan masyarakat murni merupakan panggilan hati untuk turut ikut menjemput Habib Rizieq.
“Waktu spirit 212 menjemput IB HRS di bandara ketika pulang dari Saudi Arabia. Kami gak pernah mengundang masyarakat untuk menyambut IB HRS,” ujarnya.
“Kami gak pernah membuat panitia acara penjemputan IB HRS, akan tetapi setelah masyarakat tau maka mereka ingin menjemput IB HRS,” tegasnya lagi.
Sebelumnya, Wasekjen PA 212 Novel Bamukmin menolak konser Coldplay lantaran dianggap pro LGBT dan atheis.