Pelunasan Utang Amerika Tak Ada Kemajuan, Rupiah Melemah hingga Rp14.903 Per Dolar AS

  • Bagikan
Ilustrasi mata uang Rupiah dan Dolar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Dolar hari ini menguat. Di sisi lain, rupiah melemah hingga level Rp14.903 per dolar Amerika Serikat (AS).

“Pasad sore ini, mata uang rupiah ditutup melemah 28 poin, walaupun sebelumnya sempat melemah 40 poin di level Rp14.903,” kata Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi, dikutip dari keterangan resmi, Rabu (24/5/2023).

Ibrahim mengatakan, pelemahan ini dampak kurangnya kemajuan dalam negosiasi utang AS. Sementara pembicaraan antara kedua partai politik berlanjut tentang pencabutan plafon utang pemerintah AS $31,4 triliun.

“Setiap kemajuan tampaknya sulit dimenangkan dan hanya ada sedikit tanda kesepakatan akan tercapai dalam waktu dekat,” jelasnya.

Sementara di dalam negeri, neraxa pedagangan memang mengalmi surplus.

Pada triwulan pertama 2023, transaksi berjalan membukukan surplus sebesar 3,0 miliar dolar AS (0,9% dari PDB), lebih rendah 1,2 miliar dolar AS dibandingkan surplus pada triwulan keempat 2022 sebesar 4,2 miliar dolar AS (1,3% dari PDB).

“Adapun neraca perdagangan barang pada triwulan pertama 2023 mencatat surplus USD14,7 miliar, lebih rendah dibandingkan dengan surplus pada triwulan keempat 2022 sebesar USD17,0 miliar,” paparnya.

Perkembangan tersebut terutama disebabkan oleh penurunan surplus neraca perdagangan nonmigas di tengah perbaikan defisit neraca perdagangan migas.

Walau demikian, defisit neraca jasa mengalami penurunan, ditopang oleh kinerja jasa perjalanan (travel) yang terus menguat seiring dengan mobilitas yang meningkat dan dampak positif dari pembukaan ekonomi Tiongkok sehingga mendorong kenaikan kunjungan wisatawan mancanegara.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan