Ketua Komisi VIII DPR RI Dorong Kenaikan Honorarium Penyuluh Agama, Begini Alasannya

  • Bagikan
Ketua Komisi VIII DPR RI, Ashabul Kahfi

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Ketua Komisi VIII DPR RI, Dr Ashabul Kahfi, menyuarakan kebutuhan akan kenaikan honorarium bagi penyuluh agama. Hal itu disampaikannya saat memimpin Raker bersama Menteri Agama dengan agenda Pembahasan Pembicaraan Pendahuluan RAPBN TA 2024 dan RKP Tahun 2024, di Gedung DPR RI Senayan Jakarta, Senin, 5 Juni 2023.

Kahfi mengungkapkan keprihatinannya terhadap tingkat honorarium yang saat ini diterima oleh penyuluh agama, yang hanya sebesar 1 juta per bulan.

Ia mendorong agar honorarium penyuluh agama harus dinaikkan setara dengan Upah Minimum Regional (UMR). Hal ini merupakan langkah penting untuk memberikan pengakuan dan insentif yang layak kepada para penyuluh agama yang memiliki peran penting dalam menangkal radikalisme dan ekstremisme.

Salah satu alasan yang dikemukakan oleh Ketua Komisi VIII adalah peran penyuluh agama sebagai penangkal radikalisme.

“Dengan pengetahuan keagamaan yang mereka miliki, mereka dapat memberikan pemahaman yang benar tentang ajaran agama, serta mendorong nilai-nilai toleransi, kerukunan, dan pemahaman yang moderat. Untuk melaksanakan tugas ini secara efektif, mereka perlu diakui dan mendapatkan insentif yang memadai, termasuk kenaikan honorarium,” ujar Kahfi.

Selain itu, lanjutnya, penyuluh agama juga berperan sebagai agen moderasi beragama. Mereka mampu mempromosikan dialog antarumat beragama, mengedepankan pemahaman yang inklusif, dan menekankan pentingnya menghormati perbedaan dalam konteks keagamaan.

Kahfi juga menyoroti tingkat tanggung jawab dan kompleksitas tugas yang diemban oleh penyuluh agama.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan