Sebaliknya, dituturkan Faizal, di kubu status quo, Jokowi, Prabowo dan Ganjar, terlihat terkepung oleh desakan perubahan.
"Rakyat muak dengan perilaku politik kekuasaan yang licik, korup dan semena-mena," imbuhnya.
Lanjutnya, pertemuan arus massa pendukung AMIN dalam jumlah besar di Makassar, Jawa Timur, dan sejumlah daerah lainnya merupakan gambaran people power.
"Pada level tertentu dapat memicu ledakan revolusi," ucapnya.
Terlebih, ditambahkan Faizal, jargon gerakan perubahan hadir dari tekat rakyat banyak.
"Bila kehendak rakyat terus-menerus dijegal dan zalimi, sudah tentu terjadi aksi kemarahan yang sulit dibendung. Gerakan perubahan, api dalam sekam," kuncinya.
(Muhsin/fajar)