Rencana Kimia Farma Akan Tutup Lima Pabrik, Kementerian BUMN Berharap Begini…

  • Bagikan
Staf Khusus III Menteri BUMN Arya Sinulingga usai peluncuran vending machine di Kantor Perhutani, Jakarta, Senin (15/7/2024). (ANTARA/Maria Cicilia Galuh)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berharap PT Kimia Farma Tbk memilih solusi terbaik terkait dengan rencana menutup lima pabrik obatnya dalam beberapa tahun ke depan.

Staf Khusus III Menteri BUMN Arya Sinulingga menyebut, penutupan pabrik ini terpaksa dilakukan oleh perusahaan pelat merah tersebut.

"Arahan kita kalaupun dilakukan seperti itu, harus win-win solution, baik bagi Kimia Farma dan karyawan," ujar Arya di Jakarta, Senin.

Arya mengatakan, penutupan pabrik harus dilakukan lantaran kapasitas produksi yang rendah. Menurutnya, hal ini sangat tidak efektif untuk terus melanjutkan operasional.

"Alasannya yang sangat mendasar memang kapasitasnya, under capacity. Misalnya, kamu punya rentalan mobil ada 10, yang laku cuma lima, dibiarin aja atau dijual? Kalau tetap jalan kan operasionalnya juga tetap jalan, padahal enggak disewakan, sesederhana itu," katanya.

Lebih lanjut, Kementerian BUMN disebut membuka opsi untuk menutup pabrik atau menjualnya pada pihak lain. Namun demikian, Arya mengatakan, hal tersebut belum diputuskan.

Sebelumnya, PT Kimia Farma Tbk (KAEF) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) menyatakan komitmen untuk melakukan pembenahan terhadap operasional dalam rangka menuju profitabilitas dan pertumbuhan berkelanjutan.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko KAEF Lina Sari di Jakarta, Rabu (26/6), menyampaikan terdapat empat isu utama yang masih menjadi tantangan, yaitu pertama, belum optimalnya komersialisasi dan kedua, rasionalisasi pabrik.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan