FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Sejarawan JJ Rizal turut mengkritik pernyataan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, yang menyebut keberadaan ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret sebaiknya dihentikan apabila Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih telah berjalan optimal.
Cara Pandangnya Disebut Keliru Sejak Awal
Dikatakan Rizal, cara pandang tersebut keliru sejak awal. Ia meminta agar hal tersebut segera diluruskan.
“Dasar berpikirnya saja sudah terbalik,” ujar Yandri dikutip fajar.co.id melalui cuitannya di X (22/2/2026).
Ia menegaskan, koperasi sejatinya lahir dari inisiatif masyarakat di akar rumput, bukan dibentuk melalui pendekatan kekuasaan dari atas.
“Koperasi itu tumbuh dari bawah,” tegasnya.
Curiga Dikendalikan Oligarki
Bila konsep itu dibalik dan dikendalikan dari pusat kekuasaan, ia menganggap esensinya akan bergeser jauh dari semangat awal koperasi.
“Kalau tumbuh dari atas bukan koperasi tetapi oligarki yang sedang membuat alat manipulasi mengeksploitasi hajat hidup orang banyak,” tandas Rizal.
Menteri Desa Minta Alfamart-Indomaret Disetop
Sebelumnya, dalam sebuah video yang beredar luas, Yandri Susanto menyampaikan pandangannya terkait dominasi ritel modern.
“Kalau KOPDES itu sudah berjalan, sejatinya Alfamart dan Indomaret di-stop. Tidak perlu lagi malah pakai apa tadi. Saya kira pemerintah harus berpihak, Pak,” kata Yandri dalam video tersebut.
Ia juga mempertanyakan keberpihakan pemerintah jika koperasi desa dibangun, namun ritel modern tetap menjamur.
“Buat apa kita membangun KOPDES tapi Alfamart sama Indomaret atau sejenisnya yang merajalela? Yaitu artinya, ya tidak apple to apple sebenarnya,” tukasnya.
Yandri mengatakan, skala besar dan dominasi ritel modern bisa menjadi ancaman bagi koperasi desa.
“Kalau mereka sudah sangat besar, sangat monopoli selama ini, ya tentu akan menjadi ancaman bagi KOPDES. Saya setuju," Yandri menuturkan.
"Kalau KOPDES jalan, Alfamart cukup sampai di situ, Pak. Sudah 20 ribu lebih Alfamart dan Indomaret. Dan luar biasa merajalelanya,” sambung dia.
(Muhsin/Fajar)








